Day of AI Indonesia Membekali Lebih dari 100 Pendidik Sekolah Islam Terpadu Fitrah Hanniah dengan Literasi AI
Apakah kecerdasan artifisial akan membantu menjembatani kesenjangan pendidikan atau justru memperlebarnya? Pertanyaan ini menjadi salah satu topik utama dalam workshop literasi AI yang diselenggarakan oleh Day of AI Indonesia bersama Sekolah Islam Terpadu Fitrah Hanniah di Bekasi.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 guru dan kepala sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMK. Melalui pembelajaran interaktif, para peserta mengenal konsep dasar AI, mempraktikkan penggunaannya, serta mendiskusikan berbagai implikasinya bagi pendidikan.
Dalam sesi praktik, para peserta belajar melatih sistem AI untuk melakukan pengenalan gambar (image recognition). Mereka juga mempelajari teknik dasar prompt engineering untuk membantu menyusun materi ajar secara lebih praktis, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Selain itu, peserta mengikuti simulasi penyusunan aturan penggunaan AI di sekolah dengan mempertimbangkan perspektif guru, peserta didik, kepala sekolah, dan orang tua. Aktivitas ini mendorong peserta untuk membangun kebijakan AI yang aman, etis, inklusif, dan bertanggung jawab.
Dua isu penting mengemuka selama kegiatan. Pertama, konsep Green AI, yaitu kesadaran terhadap dampak lingkungan dari pengembangan dan penggunaan AI serta pentingnya memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak dan efisien. Kedua, kesetaraan akses, khususnya risiko layanan AI berbayar dalam memperbesar kesenjangan pendidikan dan potensi AI sumber terbuka sebagai salah satu alternatif yang lebih inklusif.
Day of AI Indonesia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendidik dan keluarga besar Sekolah Islam Terpadu Fitrah Hanniah atas antusiasme dan partisipasi aktif selama workshop. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun masa depan pendidikan yang lebih cerdas, setara, dan tetap berpusat pada nilai-nilai manusia.









